
Bila aku lihat rumah orang besar,
Dengan taman-taman bunganya yang indah,
Keretanya yang besar menjalar dengan megah,
Terus menerpa ke dalam fikiranku,
Dan terus terasa di jiwaku,
Meluncur ke mulutku,
“Hebatnya tuan yang empunya.”

Tapi hairan bukan,
Aku tak terasa kehebatan Tuhan,
Padahal Tuhan miliki lebih dari itu,
Nasib manusia Tuhan yang menentukan.
Dia miliki langit bumi dan seluruhnya,
Dunia dan Akhirat Dia yang punya,
Manusia dan seluruh makhluk dicipta-Nya,
Malam dan siang Tuhan yang mentadbirnya.
Setiap saat aku melihatnya,
Aku tidak terasa apa-apa,
Aku pandang bersahaja,
Aku tak terasa Maha Agungnya Yang Empunya.
Tidak aku kagum dengan Tuhan Pencipta,
Mujur rumah besar itu orang yang punya,
Kalau aku yang punya tentu aku kagum dengan diri aku pula.
0 Komentar:
Post a Comment